Menekuni online shop
memang sangat mengasyikkan, karena kita tidak perlu bertemu dengan pembeli dan
untuk komunikasinya, hanya lewat internet saja. Cara kerjanya yaitu sang pembeli
mengirimkan sejumlah uang sesuai dengan harga produk lalu sang penjual mengirimkan
barang pesanan tersebut, dan dari sanalah si penjual memperoleh keuntungannya.
Begitu mudahnya internet membuat usaha kita bisa berjalan dengan cepat, hanya dalam hitungan menit tanpa harus melakukan tatap muka antara penjual dan pembeli. Seorang pedagang online hanya menyediakan barang yang siap untuk di jual, setelah ada orang yang mau membelinya, barang tersebut di kirimkan ke alamat rumah pembeli. Sebuah bisnis yang amat canggih dan simple.
Namun ada sebuah usaha jualan online yang lebih canggih lagi, namanya yaitu Dropship. Pelaku usaha itu di namakan dropshipper, pekerjaannya hanya mencari pembeli saja tanpa harus mempunyai produk untuk di jual dan bahkan mungkin juga bisa di lakukan walaupun tanpa pernah melihat produk yang di tawarkan tersebut serta tidak perlu repot-repot mengirimkan produk itu kepada pembeli.
Unik bukan ? tidak punya, tidak melihat dan bahkan tidak pernah menyentuh produknya pun masih bisa melakukan penjualan dan memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut. Pada dasarnya seorang dropshipper menjalin kerjasama dengan seorang supplier yang memiliki barang siap jual, lalu si dropshipper menawarkan jasanya untuk ikut membantu menjualkan barang si supplier dengan cara dropshipping.
Meskipun pengiriman barang di lakukan pemilik produk, namun tetap mengatas namakan si dropshipper sebagai orang yang mempunyai barang, sehingga pembeli tidak tahu jika penjualnya bukanlah pemilik barang yang asli.
Jadi bagi siapa saja yang tidak mempunyai produk untuk di jual dan tidak mau capek-capek dalam mengurusi pengiriman barang kepada pembeli, maka bisnis menjadi dropshipper tentu sangatlah cocok. Begitu mudahnya usaha online ini untuk di lakukan karena seorang pelaku bisnis ini hanya berkonsentrasi pada satu pekerjaan saja, yaitu melakukan promosi atau mencari pembeli.
Keunikan lainnya adalah bahwa seorang dropshipper banyak yang tidak kenal ataupun bertemu langsung dengan sang pemilik produk, namun masih bisa melakukan kerjasama dalam usaha online. Hal ini telah terjadi hubungan segitiga dalam usaha yang saling menguntungkan antara pemilik produk dengan dropshipper serta seorang pembeli.
Bisnis ini nyaris tanpa menggunakan modal, hanya dengan laptop atau smartphone yang terhubung dengan internet maka usaha online ini sudah bisa di jalankan. Tidak membutuhkan modal untuk produk, tidak perlu menyediakan stok barang, bisa melakukan transaksi penjualan dari mana saja selama masih terkoneksi dengan internet.
Namun perlu di ketahui selain itu juga ada kekurangannya, yaitu kita tidak bisa mengetahui stok barang, keuntungannya kecil karena kalau mengambil untung banyak maka harga produk akan menjadi sangat mahal. Juga tidak bisa mengetahui kualitas produk sehingga akan sulit untuk memberikan informasi mengenai mutu dari barang tersebut.
Walaupun dropshipper bukanlah si pemilik barang, namun tanggung jawab kepada pelanggan tetap menjadi milik seorang dropshipper dan hal ini menyangkut nama baik sebagai pebisnis. Karena untuk mendapatkan banyak pelanggan, hanya bisa dilakukan dengan cara menjaga nama baik atau branding sebagai seorang pengusaha yang professional. Karena itu untuk mengetahui kualitas barang maka seorang dropshipper harus membeli barang itu terlebih dahulu supaya tahu seluk beluk serta kualitas produk yang akan di tawarkan.
Seorang dropshipper tidak mempunyai resiko jika barang
tersebut di kembalikan oleh pembeli dan tentunya akan di kembalikan ke supplier produk. Banyak sekali website jualan online yang membuka
peluang kepada para dropshipper yang mau
ikut ambil bagian dalam bisnisnya agar bisa menjangkau lebih banyak pembeli.
















